KTRINDONESIA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memutuskan untuk menggelar kuliah tatap muka terbatas pada semester ini. Hal ini mengingat Mendikbudristek Nadiem Makarim telah mendorong perguruan tinggi di wilayah PPKM level 3 segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Tim Pengembang Wakil Rektor UNJ Meiliasari mengatakan PTM hanya akan dilaksanakan pada perkuliahan yang membutuhkan kegiatan praktikum. Sedangkan, perkuliahan yang hanya sebatas pemberian materi tetap dilaksanakan secara online.

“Perkuliahan teori di UNJ masih akan dilakukan secara daring. Perkuliahan tatap muka terbatas diizinkan hanya untuk kegiatan praktikum dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelas dia kepada detikEdu dan ditulis Senin (6/9/2021).

Meiliasari menjelaskan bahwa pelaksanaan kuliah tatap muka akan dilaksankan pada semester ini, yakni Agustus-Desember. Namun, ia belum menjelaskan tepatnya di tanggal berapa PTM dilaksanakan.

BACA JUGA 

“Semester ini, semster yang sedang berjalan Agustus-Desember,” sambung dia.

Adapun, kuliah tatap muka nantinya dilaksanakan dengan aturan kapasitas laboratorium sebesar 50%. Selain itu, syarat lainnya adalah mahasiswa sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19.

“Kapasitas laboratorium dibatasi maksimal 50%. Ada syarat (untuk mahasiswa) sudah divaksinasi,” imbuh Meiliasari.

Sebagai informasi, Nadiem telah mendorong perguruan tinggi di wilayah PPKM level 1-3 menggelar PTM terbatas. Hal itu berdasarkan aturan dari SKB 4 menteri.

“Kuncinya mengikuti SKB Empat Menteri, maka perguruan tinggi di wilayah PPKM Level 1-3 diperbolehkan mengadakan PTM terbatas. Tetap ada aturan main yang berlaku, ada berbagai prokes yang tetap harus dilaksanakan,” kata Nadiem dalam webinar Efektivitas Pendidikan Tinggi dengan PTM Terbatas dan Bantuan UKT Kuliah, Jumat (27/8/2021) lalu.

BACA JUGA  Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Khusus Hobi Makan di Restoran

 

(editor:glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here