KTR INDONESIA – Kisah remaja bernama Ageng Nugroho banyak menarik empati dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, remaja 17 tahun yang tinggal di Kenteng RT 2/RW 3, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo itu harus menjadi yatim piatu setelah sang ibu Nur Sani meninggal dunia pada 19 Juli lalu.

COVID-19 merenggut nyawa sang ibu yang selama ini mempunyai riwayat sakit lambung dan kekurangan HB. Sementara sang ayah, Sugeng Sudahama sudah meninggal sejak dirinya kelas 3 SD.

“5 Juli ibu sakit, terus saya bawa ke RS UNS dan diswab. Pertama kali negatif, kedua positif, kemudian dirawat sebentar dan tambah 5 kantong darah,” tutur Ageng saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (9/8/2021).

Ageng bercerita setelah kondisi ibunya dirasa membaik, Nur pun pulang dan isolasi mandiri di rumah. Tiga hari menjelang masa isolasi rampung, penyakit sang ibu kambuh sehingga harus dilarikan ke RS.

BACA JUGA  Sistem Ganjil Genap Berlaku di DKI Jakarta Dimulai Hari Ini

“Saya bawa ke RS UNS tapi tidak ada kamar, lalu dibawa ke RS dr Moewardi. Di sana kondisi sudah sesak napas, dan akhirnya meninggal dunia,” ungkanya.

Setelah sang ibu meninggal, Ageng diminta menjalani swab dan dinyatakan positif Corona. Dia juga harus menjalani isolasi mandiri hingga dinyatakan negatif atau sembuh.

“Banyak yang memberikan bantuan, dari desa, gereja, kelurahan dan dari Pak Presiden. Terima kasih Sebanyak-banyaknya, terima kasih sudah memperhatikan,” tuturnya.

Ageng mendapatkan bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa uang tabungan. Hanya saja untuk jumlahnya tidak disebutkan

“Uangnya untuk biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Ini mau melanjutkan usaha ibu jasa laundry dan jual beli online,” kata Ageng.

BACA JUGA  Saipul Jamil Resmi Bebas dari Penjara: Bahagia Banget!

Selain mendapatkan bantuan dari Presiden Jokowi, Ageng juga mendapatkan bantuan dari Polres Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo berupa setrika dan meja belajar.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan menambahkan, bantuan diharapkan bisa bermanfaat dan membantu kehidupan Ageng setelah ditinggal orang tuanya.

“Kami mewakili memberikan bantuan dari Bapak Presiden bagi warga yang terdampak pandemi COVID-19, semoga dapat bermanfaat untuk pendidikannya. Ini kami berikan setrika dan meja belajar, karena Ageng ingin melanjutkan usaha sang ibu dan semoga tetap semangat belajar,” tuturnya.

(Editor: glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here