KTR INDONESIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan kembali menerapkan kebijakan Ganjil-Genap di sejumlah ruas jalan Ibu Kota Jakarta

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas mulai 12 hingga 16 Agustus 2021, mukai pukul 06.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

“Kami akan memberlakukan kembali Kawasan Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap pada ruas-ruas jalan tertentu. Kami imbau juga kepada masyarakat agar tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu, kecuali yang bersifat mendesak dan tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Syafrin Liputo, dilansir dari PPID Provinsi DKI Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Adapun ruas jalan yang akan diberlakukan Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap sebagai berikut :

  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan M.H. Thamrin
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Jenderal Gatot Subroto.
BACA JUGA  Wapres Optimistis UMKM Berperan dalam Pembangunan Ekonomi

Sementara itu, terdapat pengecualian kendaraan bermotor yang memasuki kawasan Ganjil-Genap sebagai berikut :

  • kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas
  • kendaraan Ambulans
  • kendaraan Pemadam Kebakara
  • kendaraan angkutan umum (plat kuning)
  • kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik
  • sepeda motor
  • kendaraan angkutan barang khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas

Kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Republik Indonesia, sebagai berikut :

  • Presiden/Wakil Presiden
  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/Dewan Perwakilan Daerah
  • Ketua Mahkamah Agung/Mahkamah Konstitusi/Komisi Yudisial/Badan Pemeriksa Keuangan.
  • kendaraan Dinas Operasional berplat dinas, TNI dan POLRI
  • kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara
  • kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
  • kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas POLRI, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari POLRI.
  • kendaraan petugas kesehatan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) selama masa penanggulangan bencana nasional yang diakibatkan oleh penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19)
  • kendaraan mobilisasi pasien Corona Virus Disease (COVID-19)
  • kendaraan mobilisasi vaksin Corona Virus Disease (COVID-19)
  • kendaraan pengangkut tabung oksigen.
BACA JUGA  PSSI Pastikan Polri Beri Izin Keramaian Liga 1 2021-2022

“Kami turut mengimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan,” tegasnya.

“Lalu, patuhi rambu–rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan di jalan,” pungkasnya.

(editor:glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here