Anies Baswedan Sebut Janji Politiknya Soal Target UMKM Sudah Terlampaui

0
2

KTRINDONESIA.COM – Gubernur DKI Anies Baswedan mengklaim realisasi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di Jakarta hingga 2021 telah melampaui target janji politiknya yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD DKI Jakarta 2017-2022.

“Target pertumbuhan UMKM dalam RPJMD adalah 200.000, tapi realisasinya sampai 2021 sudah mencapai 287.000 UMKM. Target itu sudah terlampaui,” kata Anies Baswedan dalam sambutannya pada acara Malam Apresiasi Jakpreneur Fest 2021 di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Ahad, 24 Oktober 2021.

Dalam kampanye Pilkada DKI 2017 silam, Anies Baswedan melontarkan program One Kecamatan One for Center Enterpreneurship atau OK Oce. Program yang diikrarkan bersama Sandiaga Uno itu kemudian berganti nama menjadi Jakarta Entrepreneur atau Jakpreneur.

BACA JUGA  Ketua DPR RI: Integrasi NIK-NPWP Harus Jamin Keamanan Data Pribadi

Menurut Anies, pelaku UMKM yang baru tumbuh di Ibu Kota itu tak dibiarkan sendiri, tetapi mereka didampingi oleh kolaborator UMKM di 44 Kecamatan. Sebanyak 155 ribu UMKM didampingi kolaborator dan 177 UKM mendapat pelatihan secara langsung.

“Jadi ini adalah kerja kolaborasi yang luar biasa untuk pendampingan dan pembinaan UMKM. Pemerintah hanya memfasilitas,” katanya.

Anies mengatakan, pelaku usaha yang besar biarlah terus berkembang menarik yang kecil, tapi yang kecil tidak mungkin bisa berkembang begitu saja jika tidak ada ekosistem yang sehat dan tidak dibangun proses pembinaan yang baik.

“Karena itulah Jakarta membangun konsep Jakpreneur. Jakpreneur ini bagian dari janji kami saat kampanye pilkada, dan diwujudkan dalam RPJMD DKI Jakarta 2017-2022. Ada 44 Pos Pengembangan Kewirausahaan dan Pendampingan UMKM di setiap Kecamatan,” kata Anies.

BACA JUGA  Firli Bahuri Menitipkan Pesan Ke Generasi Muda: Bukan Hanya Hindari Korupsi tapi Perangi

Program ini memberikan fasilitas pengembangan usaha melalui tahapan pendaftaran, pelatihan, pendampingan, fasilitasi perizinan, fasilitasi pemasaran, fasilitasi pelaporan keuangan, dan fasilitasi akses permodalan.

Anies Baswedan menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian serius pada pengembangan UMKM dengan memberikan bantuan akses permodalan hingga lebih dari Rp500 miliar untuk seluruh pelaku UMKM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here