KTR INDONESIA – Bapak Faisal, warga Tangerang Selatan (Tangsel) mengecam atau mengutuk apa yang dilakukan oknum pejabat dan mantan Walikota Airin Rachmi Diany telah bekerjasama dengan PT Jaya Real Property Tbk merampok Tanah milik Yatmi ahli waris alm Alin bin Embing yang sudah dibangun Mall Bintaro Jaya Xchange.

Ia sangat tidak menyangka begitu kejamnya oknum pejabat mermpok hak warganya sendiri, menjajah rakyatnya sendiri untuk mengambil keuntungan dari masyarakat kecil penjual cilok.

“Itu perbuatan yang sangat merugikan rakyat dan Negara, oknum pejabat seperti itu layak dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Faisal, di Tangerang Selatan, Rabu (14/07).

Menurutnya kejahatan itu seperti apa yang sudah dijelaskan kuasa hukum ahli waris, sesuai keterangan surat nomor SK.05.03/448-800.38/VI/2019 tertanggal 24 Juni 2019, ditandatangani Direktur Jenderal Penangangan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Jenderal Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang Wilayah II, Brigadir Jenderal Polisi, Hary Sudwijanto. S.I.K.,M.Si. Tembusan, Menteri, Inspektur Jenderal ATR/BPN, Direktur Jenderal Hubungan Hukum, Direktur Jenderal Insfrastruktur Keagrariaan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Poly Betaubun Kuasa Hukum Ahli Waris. Perihal tindak lanjut permohonan pengukuran dan pemetaan bidang tanah Letter C 428 seluas 11.320m2 atas nama Alim bin Embing.

BACA JUGA  Walikota Tangsel Didesak Masyarakat Jalankan Peraturan Daerah No 14 Tahun 2011 Cabut IMB Bintaro Xchange Mall Karna Palsukan Dokumen

Bahwa terdapat 30 Letter C, dengan nama yang berbeda-beda terpecah dari apa yang klienya miliki, tertuang dalam surat tindak lanjut pengukuran dan pemetaan bidang tanah tersebut bernomor MP.01.01/654-36.07/VIII/2019 tertanggal 23 Agustus 2019, ditandatangani Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Wartomo, A.Ptnh.,SH.,MH. Tembusan kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Banten.

Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, memberikan keterangan yang sama bahwa adanya 30 Letter C, tertuang dalam surat nomor 973/485-Pem/IX/2019, tertanggal 17 September 2019, ditandatangani oleh Lurah Pondok Jaya, Khairudin. SE.

Kemudian, melanjutkan penelitian apakah adanya transaksi yang terjadi dari Letter C 428 milik Yatmi ahli waris alm Alim bin Embing seluas 11.320m2 menjadi 30 Letter C yang berbeda tersebut. Setelah diperiksa, Kantor BPN Tangsel mengeluarkan surat nomor MP.01.01/923-36.07/X/2019, tertanggal 09 Oktober 2019, ditandatangani Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Mujahidin Ma’ruf, S.T., M.H. Tembusan, Menteri ATR/BPN, Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan, Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Banaten. Bahwa, mengacu pada Peta Persil secara scaning dan tanda batas alam sungai telah digambarkan dan dipetakan yang hasilnya tidak termasuk layanan di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan. (irl)

BACA JUGA  Tito Karnavian Dianggap Gagal Bongkar Kejahatan Mantan Walikota dan Walikota Tangsel, Poly Betaubun Minta Hadi Tjahjanto Ambil Alih

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here