KTR INDONESIA – Oknum Pejabat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) telah melakukan pemalsuan atas perampokan yang dilakukan PT Jaya Real Property Tbk membangun Mall Bintaro Jaya Xchange ditanah Letter C 428 seluas 11.320m2 milik Yatmi ahli waris Alim bin Embing.

Dalam hal ini Negara sangat dirugikan sekali atas apa yang dilakukan oknum pejabat Pemot Tangsel.

Kejahatan luar biasa Pemkot Tangsel dipaparkan Poly Betaubun kuasa hukum ahli waris, sesuai keterangan surat nomor SK.05.03/448-800.38/VI/2019 tertanggal 24 Juni 2019, ditandatangani Direktur Jenderal Penangangan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Jenderal Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang Wilayah II, Brigadir Jenderal Polisi, Hary Sudwijanto. S.I.K.,M.Si. Tembusan, Menteri, Inspektur Jenderal ATR/BPN, Direktur Jenderal Hubungan Hukum, Direktur Jenderal Insfrastruktur Keagrariaan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Poly Betaubun Kuasa Hukum Ahli Waris. Perihal tindak lanjut permohonan pengukuran dan pemetaan bidang tanah Letter C 428 seluas 11.320m2 atas nama Alim bin Embing.

Poly mengatakan, bahwa terdapat 30 Letter C, dengan nama yang berbeda-beda terpecah dari apa yang klienya miliki, tertuang dalam surat tindak lanjut pengukuran dan pemetaan bidang tanah tersebut bernomor MP.01.01/654-36.07/VIII/2019 tertanggal 23 Agustus 2019, ditandatangani Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Wartomo, A.Ptnh.,SH.,MH. Tembusan kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Banten.

BACA JUGA  Ombudsman RI Merespon Aduan Masyarakat Soal Pelayanan Kantor Kementerian ATR/BPN Menindaklanjuti Pembatalan HGB PT Jaya Real Property Diatas Tanah Letter C 428 Milik Alm Alin Bin Embing

“Ibu Yatmi punya satu Letter C 428 seluas 11.320m2, didata BPN Tangsel terdapat 30 Letter C dengan nama berbeda-beda, ditiban ke luas tanah klien saya punya, kok bisa?,” kata Poly, dikawasan Bintaro, Kamis (09/07).

Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, memberikan keterangan yang sama bahwa adanya 30 Letter C, tertuang dalam surat nomor 973/485-Pem/IX/2019, tertanggal 17 September 2019, ditandatangani oleh Lurah Pondok Jaya, Khairudin. SE.

Kemudian, melanjutkan penelitian apakah adanya transaksi yang terjadi dari Letter C 428 milik Yatmi ahli waris alm Alim bin Embing seluas 11.320m2 menjadi 30 Letter C yang berbeda tersebut. Setelah diperiksa, Kantor BPN Tangsel mengeluarkan surat nomor MP.01.01/923-36.07/X/2019, tertanggal 09 Oktober 2019, ditandatangani Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Mujahidin Ma’ruf, S.T., M.H. Tembusan, Menteri ATR/BPN, Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan, Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Banaten. Bahwa, mengacu pada Peta Persil secara scaning dan tanda batas alam sungai telah digambarkan dan dipetakan yang hasilnya tidak termasuk layanan di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan.

BACA JUGA  Kemendagri Sudah Dipermudah Turun Kelokasi Tanah Letter C 428 Karna Menteri ATR/BPN Sudah Peperkan dan Memperkuat Dokumen Ahli Waris Alm Alin Bin Embing

“Artinya dari surat ini tidak terjadi adanya transaksi jual beli kepada siapapun dan pihak manapun,” papar Poly.

Poly berkesimpulan dari semua surat diatas, adanya oknum pejabat yang bekerjasama dengan PT Jaya Real Property Tbk untuk memalsukan data 30 Letter C, sekarang dibangun diatas tanah Letter C 428 seluas 11.320m2 Mall Bintaro Jaya Xchange.

“Airin (mantan Walikota Tangsel) dan oknum pejabat ada bermain, bekerjasama palsukan Letter C 428 seluas 11.320m2 dengan memecah menggunakan nama yang berbeda-beda,” ucapnya.

“Ini perampokan berjamaah, kejahatan luar biasa dan sangat merugikan Negara,” tambahnya.

Dirinya mengingatkan para pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk tidak diam dan mengabaikan perkara perampasan, perampokan ini.

“Kami mengutuk penjahat yang membohongi rakyat, Pemkot Tangsel jangan main-main, Airin dan oknum pejabat siap-siap saja kalian memakai rompi KPK,” pungkasnya. (irl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here