KTR INDONESIA – Perum Bulog mendistribusikan beras bantuan sosial (bansos) di masa PPKM pada tahap kedua. Langkah setelah selesainnya distribusi tahap satu.

Beras bansos merupakan tugas yang dijalankan Bulog dari Kementerian Sosial. Beras tersebut dibagikan kepada masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia sepanjang pemberlakuan PPKM.

Untuk tahap kedua, Bulog akan menyalurkan beras kepada 8,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah itu lebih kecil daripada penyaluran tahap pertama yakni 20 juta PKM. Secara agregat, pemerintah menargetkan ada 28,8 juta PKM yang menerima beras PPKM.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso atau Buwas menyebut, pihaknya memiliki komitmen yang tidak perlu diragukan. Khususnya, saat menjalankan tugas negara dalam memberikan bantuan beras kepada masyarakat.

BACA JUGA  60% Produk Nestle Disebut Tidak Memenuhi Standar Kesehatan

“Sebagai misi negara, program bantuan beras PPKM adalah tugas yang harus diperjuangkan dengan ketulusan. Kami berjuang agar pelaksanaannya berjalan baik, lancar, tepat kualitas dan tepat waktu. Serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Buwas dalam konferensi pers, Kick Off Distribusi Bantuan Beras PPKM di Kawasan Perum Bulog, Kamis (12/8/2021).

Manajemen mencatat, beras yang digunakan dalam program tersebut berasal dari beras petani dalam negeri. Beras itu dibeli Bulog sesuai amanah dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015.

Selain itu, Bulog juga ditugaskan untuk menyimpan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang berasal dari serapan petani sebanyak 1-1,5 juta.

“Salah satu penyaluran cadangan beras pemerintah itu untuk program bantuan beras PPKM ini. Kalau ini bisa tersalurkan, amak Bulog akan menyerap kembali beras hasil petani untuk menjaga stok CBP tadi, jadi multiplier effect-nya program pemerintah ini,” kata dia.

BACA JUGA  Kapolda Jatim Cek langsung Vaksinasi Merdeka Di atas Kapal

(glh/sumber:okezone)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here