KTRINDONESIA.COM – Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyediakan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga dari empat vaksin yang diakui Arab Saudi yaitu moderna, pfizer, astrazeneca, dan Johnson and Johnson.

“Koordinasi kami dengan Kemenkes untuk membantu kami dalam ketersediaan vaksin ini dalam komunikasi segera, secara prinsip mereka sanggup untuk memberikan booster asal itu menjadi ketentuan tertulis,” jelas Firman saat dihubungi MPI, Selasa (12/10/2021).

Namun, ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya vaksin booster masih dalam pembahasan akhir antara Kemenag dan Kemenkes. Selain itu, persyaratan final untuk jamaah umrah mulai dari barcode vaksinasi, validitas vaksinasi dan PCR antara Pemerintahan Indonesia dengan Arab Saudi.

BACA JUGA  Gandeng RS Sentra Medika Minahasa Utara, Lanud Sam Ratulangi koordinir Donor Darah memperingati HUT TNI ke-76

Menurutnya, jika vaksin booster menjadi persyaratan, maka ia berharap para asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) turut dilibatkan dalam pemberian vaksin booster kepada calon jamaah umrah.

“Tentu nanti kami akan menyampaikan kepada Kemenkes agar asosiasi diajak dalam distribusi vaksin booster agar vaksin booster betul-betul betul sampai kepada calon jamaah yang akan diberangkatkan,” jelasnya.

Secara terpisah, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan vaksin booster masih dibahas lebih lanjut dengan tim teknis dari Arab Saudi dan Indonesia.

“Persetujuan awal untuk pembukaaan umrah bagi jaamah Indonesia dan nanti masih akan dilakukan pengaturan teknis bukan hanya soal vaksinasi tetapi juga soal karantina, prokes dan hal lainnya termasuk mitigiasi bila ada kasus positif,” jelasnya.

BACA JUGA  Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Larantuka NTT

Ia menambahkan, skenario vaksin booster telah disiapkan di tahun 2022 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Baik melalui skema berbayar maupun ditanggung pemerintah.

“Nanti kita lihat bagaimana pembahasannya. Sementara ini pemerintah sendiri untuk skenario dosis tambahan ke 3 juga sudah kita siapkan di tahun 2022 untuk semua sasaran, baik melalui mekanisme mandiri ataupun pada populasi tertentu yang akan ditanggung pemerintah,” ucapnya.

(editor:glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here