KTRINDONESIA – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan laju penyuntikan vaksin Covid-19 di Indonesia bisa melampaui capaian Jerman melalui strategi peningkatan hingga 2,3 juta orang per bulan.

“Per hari ini saya lihat sudah 97,8 juta sudah kita suntikkan, mudah-mudahan bisa ngejar Jerman kalau angkanya juga naik terus,” kata Budi, Selasa (31/8/2021).

Budi mengatakan Presiden Joko Widodo sudah meminta agar dilakukan percepatan vaksinasi hingga 100 juta dosis pada akhir bulan Agustus 2021. “Dan kalau bisa rata-ratanya ditingkatkan ke 2,3 juta,” katanya.

Menurut Budi Gunadi, Indonesia yang awalnya sempat mengalami perundungan karena asumsi laju vaksinasi baru bisa selesai dalam sepuluh tahun, saat ini justru mengalami kemajuan.

BACA JUGA  358.700 Dosis Vaksin AstraZeneca Sudah Tiba di Indonesia

Hal ini tampak dari perolehan ranking keenam dunia untuk jumlah orang yang divaksinasi. “Per hari ini sudah hampir 63 juta jiwa (peserta vaksinasi, Red),” katanya lagi.

Hingga Minggu 29 Agustus 2021, kata Budi, sudah 61 juta orang menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di bawah China, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Jepang.

Sedangkan dari sisi total suntikan, kata Budi, Indonesia berada di peringkat tujuh besar dunia di bawah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Jepang, dan Jerman.

“Mulai dari 13 Januari 2021, kita sampai 50 juta pertama itu 8 Juli atau 26 minggu. Sekarang cita-cita kita 26 minggu untuk 50 juta dan 50 juta keduanya kita mau kejar di 31 Agustus atau tujuh minggu. Jadi dari 26 minggu ke tujuh minggu. Mudah-mudahan nanti ke depannya bisa turun ke lima minggu atau empat minggu. Setiap lima atau empat minggu kita tambah 50 juta dosis,” katanya pula.

BACA JUGA  Gelombang 19 Pendaftaran Kartu Prakerja Telah Dibuka dengan Kuota 800.000 Peserta

Pada akhir Agustus 2021, kata Budi, Indonesia dijadwalkan kembali menerima kedatangan vaksin berjumlah 64 juta dosis.

“Memang ada yang sedikit tertunda, tapi bulan September mungkin kita akan dapat di kisaran 80 juta dosis,” kata Menkes lagi.

(editor:glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here