Airlangga Hartarto Ketum Golkar Diminta Bertanggung Jawab Atas Kejahatan 2 Kadernya Menjadi Bagian Mafia Tanah dan Jangan Rekomendasikan Menjadi Gubernur DKI

0
147

KTRINDONESIA.COM – Mantan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany yang sedang hangat dikabarkan sebagai sosok yang berpotensi maju mencalokan diri menjadi Gubernur DKI dinilai tak pantas ikut serta dalam pilkada 2024 oleh masyarakat Tangsel.

“Airin adalah penjahat, tidak pantas ikut jadi kontestan apalagi menjadi Gubernur DKI,” kata Poly Betaubun, kuasa hukum Yatmi korban mafia tanah Airin sekaligus Ketua Divisi Bantuan Hukum Kembalikan Tanah Rakyat (KTR Indonesia), Rabu (05/01/2022).

Poly Betaubun menilai, Airin saat menjabat menjadi Wali Kota dan Benyamin Wali Kota Tangsel saat ini telah menzolimi masyarakat dengan bekerjasama dengan pengembang PT Jaya Real Property Tbk menyerobot tanah masyarakat seluas 11.320m2 untuk proyek pembangunan Bintaro Jaya Xchange Mall tahap I dan tahap II.

“Airin dan Benyamin telah menjadi bagian dari mafia tanah bekerjasama dengan Jaya Property merampok tanah Ibu Yatmi ahli waris alm Alin bin Embing seluas 11.320m2, mengizinkan Jaya Property membangun mall Bintaro Jaya Xchange diatas tanah masyarakat,” katanya.

Ketua KTR Indonesia ini mengatakan tidak mungkin seorang mafia tanah menjadi Gubernur, dan seharusnya Airin segera ditangkap bersama Benyamin, dimasukan kedalam penjara dan dimintai pertanggung jawaban atas kejahatan yang sudah diperbuatnya.

BACA JUGA  KPK Geledah Kantor Dinas PUPR dan Perusahaan Kontraktor di Banjarnegara

“Sudah jelas Airin menjadi bagian dari mafia tanah di Kota Tangsel, takan layak menjadi Gubernur manapun, karna proses perkaranya sedang dilakukan Kementerian Dalam Negeri, kami ahli waris akan tekankan Kemendagri untuk Airin dan Benyamin bertanggung jawab atas perbuatannya mengembalikan kembali tanah Letter C 428 seluas 11.320m2 yang telah dirampok, kemudian kami desak segera ditangkap dan dimasukan kepenjara atas kejahatan yang diperbuatnya,” ucap Poly.

Karna hal ini, Poly menyarankan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk tidak mencoba merekomendasikan Airin sebagai calon Gubernur DKI pilkada 2024 nanti, dan meminta agar Airlangga Hartarto ikut juga bertanggung jawab atas kejahatan Dua kader Partai Golkar Yakni Airin dan Benyamin. Sehingga eksistensi Airlangga dan Partai Golkar tidak menjadi masalah atau menurun atas perbuatan kedua kadernya tersebut.

“Jangan coba-coba Airlangga rekomendasikan Airin jikalau eksistensinya tidak mau menurun pada 2024 atas kejahatan Airin dan Benyamin merampok tanah masyarakat Tangsel, kami juga minta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto seharusnya bertanggung jawab kepada kedua kadernya yang telah menjadi bagian dari mafia tanah dan perizinan, mengembalikan tanah Ibu Yatmi seluas 11.320m2 yang sudah dibangun oleh Jaya Property untuk kepentingan Bintaro Jaya Xchange Mall,” terangnya.

BACA JUGA  Buat Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi, Keluarga Alm Alin Bin Embing Meminta Bantuan 4 Tahun Dibodohi Kemendagri

Sementara itu, Yatmi ahli waris alm Alin bin Embing korban mafia tanah mengomentari kabar Airin yang sangat digadang-gadang sebagai sosok yang berpotensi akan menjadi Gubernur DKI selanjutnya.

“Mau jadi apa warga DKI nanti, mau jadi korban mafia tanah semua, mau tanahnya diserobot, dirampok gitu aja diberikan izin kepada pengembang untuk bangun sesuatu terus keuntungannya dari bisnis pengembang diambil oleh Airin, warganya dimanfaatkan untuk dijual kepada pengembang, mau apa gak coba?,” kata Yatmi.

“Jangan sampe dah warga Jakarta Jadi Korban mafia tanah juga, saya minta doanya agar warisan kakek saya alm Alin bin Embing segera dikembalikan, dan doakan Airin dan Benyamin setelah bertanggung jawab mengembalikan tanah saya segera ditangkap dan di penjarakan,” tambah Yatmi. (irl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here