KTR INDONESIA – Seorang Kepala Sekolah di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial HS, dilaporkan ke polisi dengan kasus dugaan melakukan pelecehan seksual terhadap siswi Sekolah Dasar (SD).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Bima, Aida Asiful mengatakan kasus tersebut dilaporkan oleh salah seorang orang tua korban setelah mendapatkan pengakuan dari anaknya tersebut.

Dalam aksinya, HS berpura-pura bertanya apakah para siswinya memiliki uang jajan atau tidak. Kemudian HS memeriksa kantong baju para korban.

“Modusnya berpura-pura bertanya kepada para korbannya, apakah memiliki uang jajan atau tidak. Kemudian, HS memeriksa kantong baju korban yang kemudian tangannya meraba tubuh dan menyentuh bagian sensitif bocah-bocah tersebut,” terang Syaiful.

BACA JUGA  PT Jaya Real Property Diundang 3 Kali BPN Tangsel Untuk Klarifikasi Soal Membangun Bintaro Xchange Diatas Tanah 11.320m2, Hanya Penuhi 1 Kali Undangan

Atas laporan ini, Syaiful mengaku telah melakukan visum terhadap 7 dari 20 korban. Namun hasil visum tersebut tidak bisa diungkapkan secara terbuka.

“Ada total 20 siswi yang mengaku sebagai korban. Baru 7 orang sudah kami visum. Tapi untuk hasilnya tidak bisa kami publish karena privacy korban,” jelasnya.

Dari 20 orang yang mengaku sebagai korban, Aipda Syaiful menegaskan semuanya belum pasti dikatakan sebagai korban karena harus didukung dengan bukti yang kuat.

“Ada kemungkinan jumlah korban akan kita kerucutkan kurang dari 20 orang, karena melihat bukti-bukti yang ada,” tuturnya.

Dalam kasus ini, polisi belum memeriksa HS. Rencananya HS akan diperiksa dalam waktu dekat. (and)

BACA JUGA  Warga Tangsel dan Yatmi Ahli Waris Bangga Dengan Kinerja Presiden Jokowi Untuk Memberantas Mafia Tanah Seperti PT Jaya Real Property Menggelapkan Pajak dan Pencucian Uang Diatas Tanah Letter C 428

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here