KTR INDONESIA – Merasa pihaknya dikecewakan Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) karna menunggu terlalu lama merealisasikan penyelesaian terkait kasus perampasan tanah seluas 11.320 m2 milik (alm) Alin bin Embing yang dilakukan PT Jaya Real Property, Tbk (JRP).

Pihak ahli waris Pitriah mengatakan ada pertemuan tanggal 31 Maret 2021 lalu di Gedung Itjen Kemendagri, Lapangan Banten, Jakarta Pusat, dirinya mengultimatum Itjen Kemendagri yang diwakili Heri Kusnadi untuk secepatnya melakukan penyegelan terhadap Bintaro Jaya Xchange Mall.

“Pihak Itjen Kemendagri meminta waktu selama 30 hari ditambah 10 hari untuk menangani permasalahan ini,” kata Pitriah kepada wartawan di Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (18/6/2021).

BACA JUGA  Utangnya Tembus Rp500 Triliun, Apa Alasan PLN

Namun, hingga sekarang tuntutan tersebut belum juga direalisasikan. Pitriah menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi lagi.

Sebagai koordinator ibu-ibu Provinsi Banten menyatakan mengancam akan mengepung kantor Inspektorat Jenderal Kemendagri jika tidak menyegel Bintaro Jaya Xchange Mall.

“Saya sudah kumpulkan Ibu-ibu Provinsi Banten dan mereka siap untuk kepung kantor Kemendagri menagih janji!!!,” tegasnya.

Dirinya juga menyebut Ibu-ibu akan mengepung Kantor Kemendagri dengan menggunakan daster “kami akan kepung kantor Kemendagri menggunakan daster,” Pungkasnya. (irl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here