KTRINDONESIA – Gunung Luhur di Lebak, Banten, viral di media sosial. Banyak netizen terkesima dengan pemandangan lautan awan, sehingga disebut Negeri di Atas Awan.

Untuk menuju Gunung Luhur juga terbilang tak jauh, dapat ditempuh sekitar lima jam berkendara dari Jakarta. Untuk itu Gunung Luhur bisa menjadi tempat wisata di akhir pekan.

Pemilik Agung Travel yang membuka open trip ke Gunung Luhur, Muhamad Agung Syahrozy berbagi informasi mengenai wisata Negeri di Atas Awan, Lebak, Banten. Dari rute sampai informasi tempat wisata di sekitar, berikut serba-serbi ke Gunung Luhur:

1. Rute kendaraan umum ke Gunung Luhur

Untuk menuju Gunung Luhur dari Jakarta dapat ditempuh berkendara 140 kilometer atau setara lima jam.

BACA JUGA  Wisata Asri Kampung Bambu, Dikunjungi Sandiaga Uno di Sukabumi Kecamatan Cicantayan

Jika ingin naik kendaraan umum, dapat menggunakan kereta ke stasiun akhir Rangkasbitung. Lama tempuh naik kereta dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Rangkasbitung sekitar dua jam.

Kemudian, kamu bisa menumpang elf lokal jurusan Citorek dari Terminal Mandala Rangkasbitung. Dari terminal ke Gunung Luhur butuh waktu berkendara sekitar 2,5 jam.

2. Tidak butuh mendaki

“Tidak perlu trekking karena lahan parkir juga sekarang ada di atas. Jadi jarak lahan parkir ke area kemah sangat dekat, tidak memerlukan trekking lagi,” kata Agung, Kamis (19/9/2019).

3. Waktu terbaik melihat lautan awan

Agung menjelaskan waktu terbaik melihat lautan awan saat pagi hari, sekitar pukul 05.30-08.00. Pada saat itu juga menjadi momen berburu matahari terbit.

BACA JUGA  Asyik Gunung Bromo Sudah Buka Lagi, Wisatawan Akan Tetap Dibatasi 25%

“Itupun kalau cuaca mendukung atau saat musim kemarau, karena kalau hujan akan dipenuhi dengan kabut,” kata Agung.

4. Bisa mendirikan tenda

Rata-rata pengunjung Gunung Luhur, menurut Agung biasanya bermalam satu malam dengan mendirikan tenda. Datang pada jelang malam dan pulang esok pagi.

5. Tempat wisata di sekitar Gunung Luhur Agung

menjelaskan ada banyak wisata air terjun di dekat tempat melihat lautan awan, Gunung Luhur. Contohnya Curug Cipamiceunan, Curug Cipangasahan, dan Curug Cisuren. Jadi wisata ke Gunung Luhur tidak cuma melihat lautan awan. 
(editor:glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here