KTR INDONESIA – Penyakit kardiovaskular atau jantung menjadi salah satu yang berperan sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Penyakit jantung koroner umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti seringnya mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau lemak, obesitas, jarang melakukan aktivitas fisik, serta sering terpapar asap rokok. Tidak semua penyakit jantung dapat dicegah, misalnya penyakit jantung bawaan.

Namun penyakit jantung koroner, gagal jantung dan aritmia umumnya bisa dicegah. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemilihan bahan makanan yang baik untuk jantung, salah satunya seperti cokelat.

BACA JUGA  Sasar Pelajar-Santri, Pemkab Cianjur Sulap Bus Sekolah Jadi Mobil Vaksinasi

Cokelat hitam atau dark chocolate mengandung banyak nutrisi yang dapat menguntungkan bagi kesehatan. Cokelat terbuat dari biji kakao yang merupakan salah satu sumber antioksidan terbaik. Kepopuleran cokelat hitam sebagai makanan sehat semakin bertambah karena manfaatnya yang baik untuk jantung.

Rasa dari cokelat hitam murni memang cenderung pahit. Namun, jenis inilah yang paling baik untuk kesehatan. Pasalnya, dengan mengonsumsi cokelat hitam, selain baik untuk kesehatan pembuluh darah, kita bisa terhindar dari gangguan irama jantung.

Cokelat kaya akan flavanol yang memiliki potensi untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh, sehingga mampu mempengaruhi kesehatan jantung. Selain itu terdapat pula anti-peradangan, anti-penggumpalan darah, dan peningkatan elastisitas oleh oksida nitrat (NO). Hal ini akan membantu melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.

Pernyataan tersebut juga didukung dengan beberapa hasil penelitian dan studi global yang telah mengulas manfaat flavanol dalam kakao terhadap berbagai penyakit, salah satunya meringankan beban kerja jantung dan pencegahan stroke. Berdasarkan penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa mengonsumsi 40 gram bubuk kakao selama 4 minggu dapat mempengaruhi kesehatan jantung

BACA JUGA  Target 37 Juta Vaksinasi COVID-19 di Jabar Baru Capai 18,5 Juta Orang

Medical consultant Forever Healthy Indonesia Winda O Panjaitan mengatakan cokelat menjadi makanan yang sangat direkomendasikan bagi penderita jantung.

“Cokelat sangat direkomendasikan bagi penderita jantung karena kandungan flavanolnya, terutama yang memiliki kadar cocoa minimum 70%,” terangnya.

Meskipun terdapat manfaat kesehatan dari kakao, kandungan flavanol pada produk cokelat hitam berbeda-beda. Flavanol pada cokelat dipengaruhi oleh metode pengolahan yang dilakukan produsen. Anda dapat memilih cokelat dalam bentuk batangan (bar) atau cokelat murni yang bisa anda dapatkan dari bubuk cokelat tanpa bahan tambahan apa pun. Saat ini Indonesia sudah memiliki ekstrak biji kakao yang sudah mempertahankan 80% flavanol di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here