KTRINDONESIA – Usus buntu merupakan kantong sempit berbentuk jari yang menonjol keluar dari usus besar, yang tidak tersambung dengan bagian lain. Jika bagian ini mengalami peradangan, akan muncul rasa sakit di perut.

Jika radang usus buntu tidak ditangani secepatnya, bisa jadi berakibat fatal pada kesehatan pengidapnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, radang usus buntu atau appendicitis adalah radang usus buntu yang menyebabkan rasa sakit di perut bagian kanan bawah. Umumnya, rasa sakit ini berawal dari sekitar pusar, lalu bergeser ke perut kanan bawah.

Penyakit ini bisa terjadi pada semua orang, tetapi lebih sering dialami oleh kelompok usia 10-30 tahun. Saat peradangan memburuk, nyeri usus buntu biasanya akan meningkat dan menjadi lebih parah.

Gejala radang usus buntu

  • Saat seseorang mengalami radang usus buntu, ada beberapa tanda dan gejala yang muncul, yaitu:
  • Nyeri tiba-tiba yang dimulai di sisi kanan perut bagian bawah
  • Rasa nyeri menjalar ke sekitar pusar dan sering berpindah ke perut kanan bawah
  • Perut sakit atau nyeri saat batuk atau semacamnya
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Demam
  • Mengalami sembelit ataupun diare
  • Perut kembung
BACA JUGA  UPDATE Covid-19 Global 27 Agustus 2021: Tambahan Kasus Kematian 215,504,753 Jiwa

Apa penyebabnya?

Dalam banyak kasus, penyebab radang usus buntu ini tidak diketahui secara pasti. Para ahli percaya bahwa kondisi ini disebabkan adanya penyumbatan pada usus buntu.

Akibatnya, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan usus buntu meradang, bengkak, serta berisi nanah. Jika tidak segera diobati, usus buntu bisa pecah. Selain itu, dikutip dari Healthline ada beberapa hal yang berpotensi menyumbat usus buntu, seperti:

  • Penumpukan kotoran yang mengeras
  • Folikel limfoid yang membesar
  • Adanya benda asing
  • Cacing usus atau parasite
  • Cedera traumatis
  • Tumor

Benarkah mi instan bisa menjadi penyebab radang usus buntu?

Ahli pencernaan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebelumnya menyebut anggapan mi instan bisa menyebabkan radang usus buntu sebetulnya keliru.

BACA JUGA  Perawat Yang Menyuntikkan Vaksin Kosong Kepada Warga di Pluit Menangis Mengucap Maaf

Menurutnya, orang-orang tidak disarankan terlalu sering mengkonsumsi mi instan karena tidak mengandung gizi yang lengkap dan bukan termasuk makanan pokok.

Bagaimana cara mencegah peradangan pada usus buntu?

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah terjadinya peradangan pada usus buntu. Tetapi, penyakit ini masih bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit ini dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat, seperti:

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Kacang polong dan buncis
  • Biji-bijian utuh, seperti oatmeal, beras merah, dan gandum utuh.

(editor:glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here